ANALISA PERBANDINGAN METODE CERTAINTY FACTOR DAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELITUS

  • Amanda Patria Putra Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang
  • Cahya Rahmad Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang

Abstract

Penelitian  sistem  pakar  diagnosa  penyakit diabetes melitus  telah beberapa  kali  dilakukan dengan  dua metode  berbeda  yaitu certainty  factor dan dempster  shafer.  Meski  masing-masing  peneliti  menyatakan  telah berhasil dalam jurnalnya, namun metode manakah sebenarnya yang lebih tepat digunakan pada diagnosa jenis penyakit diabetes melitus, yang mana gejala-gejalanya hampir sama. Certainty factor merupakan metode sistem pakar  yang  tujuannya  untuk  mengakomodasi  ketidakpastian  pemikiran  seorang  pakar  dengan  nilai  kepastian, sedangkan dempster shafer merupakan teori pembuktian  matematika berdasarkan  nilai  belief dan  plausability. Untuk membandingkan keduanya, dibuatlah suatu prototipe sistem pakar dengan basis pengetahuan dan sampel 100 data pasien yang sama. Dari hasil analisa statistik, kesimpulannya, ada perbedaan hasil diagnosa antara kedua metode dan metode dempster shafer lebih tepat digunakan pada sistem pakar diagnosa penyakit diabetes melitus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arief, M. Rudyanto. (2011): Pemrograman Web

dinamis menggunakan PHP dan MySql.

Yogyakarta: Andi

Jogiyanto, HM. (2011): Metodologi Penelitian Sistem

Informasi. Yogyakarta: Andi

Mboih, N. (2014): Peraturan Menteri Kesehatan

Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014

Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter.

Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik

Indonesia

Spiegel, M.R. dan Larry J. Stephens. (2007):

Probabilitas dan Statistik Edisi Ketiga. Jakarta:

Erlangga

Sutojo dkk. 2011. Kecerdasan Buatan. Yogyakarta:

Andi.

Published
2017-03-16
How to Cite
[1]
A. P. Putra and C. Rahmad, “ANALISA PERBANDINGAN METODE CERTAINTY FACTOR DAN DEMPSTER SHAFER PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MELITUS”, JIP, vol. 2, no. 1, p. 7, Mar. 2017.
Section
Articles