PENERAPAN K-MEANS UNTUK MENGANALISIS PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI LISTRIK (STUDI KASUS: PT. INDONESIA POWER)

  • Alifa Hanifah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Aji Primajaya
  • Agung Susilo Yuda Irawan

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat saat ini. Salah satu pembangkit tenaga listrik yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Dalam sistemnya, PLTA memanfaatkan tenaga dari aliran/terjunan air, bendungan, atau saluran irigasi. Air merupakan energi utama dalam proses PLTA dan salah satu faktor dalam ketersediaan air adalah curah hujan. K-Means merupakan metode data clustering non-hirarki yang berusaha mempartisi data yang ada ke dalam bentuk satu atau lebih cluster. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan cluster terhadap produksi daya listrik dan curah hujan serta mengevaluasi hasil tersebut beruhubungan atau tidak. Nilai yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai hasil produksi listrik (KWH) dan curah hujan (RR). Data yang digunakan sebanyak 1826 data produksi daya listrik dan data curah hujan. Pada penelitian ini ingin menganalisis pengaruh curah hujan terhadap produksi daya listrik dengan K-Means Clustering. Hasil dari penelitian ini adalah akurasi terhadap clustering produksi daya listrik dengan curah hujan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-08-31
How to Cite
[1]
Alifa Hanifah, Aji Primajaya, and Agung Susilo Yuda Irawan, “PENERAPAN K-MEANS UNTUK MENGANALISIS PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI LISTRIK (STUDI KASUS: PT. INDONESIA POWER)”, JIP, vol. 6, no. 4, pp. 63-68, Aug. 2020.